Rabu, 09 Agustus 2017

Malam Keakraban (Makrab) Peradah Kepri 2017, Solidaritas Menuju Peradah Jaya





Bertempat di Pura Agung Amerta Bhuana kota Batam Kepulauan Riau Pada hari sabtu 5 Agustus s/d minggu 6 agustus 2017. Peradah Kepri mengadakan malam keakraban yang bertema SOLIDARITAS MENUJU PERADAH JAYA. Acara malam keakraban  dihadiri kurang lebih 20 anggota Peradah Kepri dan acara ini juga dihadiri oleh Jero Mangku Putu Satriya Yasa, Eko Prasetyo S.Ag., dan Purwadi S.Ag.

Acara  diawali dengan memasak bersama pada pukul 16.00 -17.30 WIB. Acara Pembukaan dilaksanakan pukul 19.00 WIB yang diawali dengan sambutan oleh Ketua Panitia pelaksana (Komang Suniantara), dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pembina peradah dan rekan - rekan peradah atas dukungan, kerjasamanya dan kehadirannya dalam acara makrab Kepri sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat berjalan dengan lancar, dan pada sambutannya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar besarnya  atas ketidak hadiran rekan-rekan Peradah lainya, karena ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

Kemudian sambutan oleh Ketua Peradah Kepri (Dwi Angga Pratama) menyampaikan bahwa malam keakraban ini adalah acara yang baik agar kedepannya Peradah Kepri menjadi lebih solid dan kompak dalam segala hal, karena dengan kekompakan kita akan lebih cepat dan mudah dalam  menyelesaikan suatu masalah.

Sambutan sekaligus membuka acara oleh Pembina Peradah serta penyelenggara Hindu Kota Batam yaitu bapak Eko Prasetyo S.Ag. dalam sambutan beliau menyampaikan  pesan kepada Peradah Kepri agar selalu tetap menjadi pribadi yang baik dan dipenuhi rasa ikhlas untuk bersama-sama ngaturan ngayah di pasraman maupun di pura serta menjadi contoh yang baik, dan gunakan malam keakraban ini dengan sebaik-baiknya agar lebih mengenal dan dapat saling memahami antar satu dengan yang lainnya. Jika dalam sebuah organisasi terdapat kekompakan, solidaritas dan saling memahami maka organisasi tersebut akan tetap eksis

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh jero mangku putu satriya yasa, setelah persembahyangan selesai dilanjutkan makan bersama dan Dharma Tula yaitu pemateri dari bapak Purwadi, dengan tema SOLIDARITAS MENUJU PERADAH JAYA. Beliau mengawali materi dengan olah rasa pada masing-masing peserta dengan menulis sepuluh orang yang paling berjasa dan disayangi selama ini, setelah menulis sepuluh nama orang tersebut, beliau minta untuk memperhatikan secara detail satu persatu nama tersebut setelah itu beliau minta untuk mencoret 3 dari sepuluh nama yang disayangi dan menyisakan 7 nama orang yang disayangi, dan beliau minta mencoret kembali 3 nama orang yang kita sayangi tersisa 4 nama orang yang kita sayangi dan selanjutnya beliau meminta mencoret 1 nama lagi dan menyisakan 3 nama yang benar-benar disayangi selanjutnya beliau minta untuk mencoret 1 nama lagi dan menyisakan 2 nama orang yang benar-benar berjasa dan disayangi, dari 2 tersisa itu beliaupun mengatakan bahwa yang ada 2 nama orang yang tersisa adalah orang tua kita sendiri

Setelah itu beliau menyimpulkan bahwa untuk menjadi solidaritas penting adanya rasa empati dan simpati dalam diri dan dalam Hindu disebut dengan Tat Twam asi serta dalam masyarakat jawa menyebutnya dengan tepo seliro. Acara selanjutnya foto bersama,  penutupan dan acara bebas, dalam acara bebas berbagai macam kegiatan dilakukan oleh Peradah Kepri seperti Api Unggun, bakar-bakar jagung, diskusi bersama dan lain sebagainya guna untuk menjadikan Peradah Kepri tetap solid, akrab dan tentunya lebih mengenal antar satu dengan yang lainnya  dalam sebuah organisasi, serta agar Peradah Kepri jaya selalu.

Gambar pada saat Dharma Tula/diskusi
Pada esok harinya tepatnya pada minggu pagi dilaksanakan persembahyangan bersama memohon agar kami Peradah Kepri selalu diberikan bimbingan, kesehatan, keselamatan dan kecerdasan oleh Hyang Widhi Wasa untuk menjadikan Peradah Kepri tetap eksis dan menjaga Hindu tetap Ajeg.